June 29, 2022
11 11 11 AM
Apakah Karma itu ada? Icardi
Negara Bahama
Gallus gallus domesticus
Pengertian Internet
Mike Shinoda
Chester Bennington
Latest Post
Apakah Karma itu ada? Icardi Negara Bahama Gallus gallus domesticus Pengertian Internet Mike Shinoda Chester Bennington

Sejarah Kaos Polo

Sejarah Kaos Polo

Dalam fashion setiap orang memiliki kegemarannya masing-masing, ada yang menyukai mengenakan kaos, kemeja, hingga kaos wangki. Nah, pembahasan kita akan menjelaskan lebih jauh tentang kaos wangki atau banyak orang lebih mengenalnya dengan sebutan kaos polo.

Di Indonesia sendiri memang sebutan kaos p0lo lebih populer dibandingkan dengan kaos wangki, walaupun memang polo sendiri merupakan sebuah brand. Dulu kaos polo ini sering digunakan untuk golf atau tenis, tapi seiring dengan perkembangan jaman, kaos polo juga sering digunakan untuk kegiatan lainnya, bahkan menjadi tren fashion tersendiri. Ada juga yang menggunakan kaos pol0 ini sebagai identitas dari sebuah perusahaan atau komunitas.

Tapi apakah anda yang mungkin saat ini tengah mengenakan kaos p0lo tahu bagaimana perkembangan kaos pol0 dari pertama muncul hingga saat ini. Ayo kita mulai dari Sejarah Kaos Pol0 terlebih dahulu dalam pembahasan kita kali ini.

Sejarah Kaos Polo

Di awal kemunculannya, kaos polo ini digunakan sebagai pakaian olahraga tenis, dan pertama kali juga diperkenakan oleh seorang pemain tenis profesional. Bagaimana awal mulanya?

Di Abad ke 19 dan awal abad ke 20, para pemain tenis awalnya mengenakan (Konveksi kaos jogja) kaos tenis yang berwarna putih dengan lengan panjang dan di bagian atasnya terdapat kancing. Saat ini para pemain tenis lebih sering mengenakan kaos tersebut dengan bagian lengan yang diigulung, hingga akhirnya merasa tidak memberikan kemudahan dan kenyamanan saat bermain tenis.

Lalu seorang pemain tenis asal Perancis yang telah menjuarai tujuh kali Grand Slam, bernama Rene Lacoste merancang sebuah kaos putih dengan lengan pendek dan berbahan kain katun rajut yang lentur (jersey Petit Pique) dengan kerah yang menjulur, placket kancing, dan di bagian belakang lebih panjang dari bagian depan.

See also  Spesifikasi teknis radiografi digital portabel

Desain kaos itupun ia kenakan di tahun 1926 saat kejuaraan terbuka di Amerika Serikat. Hingga di tahun 1927, Lacoste mulai menempatkan lambang buaya di dada kiri kaos desain miliknya tersebut. Pada tahun 1933, setelah Lacoste memutuskan untuk pensiun dari dunia tenis, ia bekerja sama dengan Andre Giller, temannya yang seorang merchandiser pakaian. Mereka kemudian memasarkan kaos dengan desain milik Lacoste di Amerika Utara dan Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.